Lupa Password? | Pendaftaran
 
Event's Info

1 Mei 2013
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB), DMI INDONESIA
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB) DMI PRIMAGAMA INDONESIA 2011 DIPERSEMBAHKAN BAGI INDONESIA Banyak hal yang bisa dilakukan untuk turut serta membangun ... detail

ARTIKEL

Kamis, 8 September 2011, 19:15 WIB
I Dont Care

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

Demonstrasi masa dan anak-anak muda ada dimana-mana, perkelahian antar suporter sepakbola juga mulai merajalela, perkelahian antar pelajar tidak kunjung reda, korupsi diberbagai sektor merambah tanpa jera, kebocoran soal UNAS selalu terjadi tanpa solusi. Mengapa semua itu bisa terjadi ? Bagaimana cara mencegahnya ? Bagaimana cara mengatasinya ? Itulah beberapa pertanyaan yang sering muncul di dalam benak kita. Pada kesempatan ini saya tidak akan mengulas semua pertanyaan tersebut diatas. Tetapi pada dasarnya semua itu bisa terjadi karena semua pelakunya tidak punya rasa empati yang baik dan tidak punya rasa peduli yang benar. Solidaritas dalam anarkisme adalah bentuk empati yang tidak baik. Korupsi yang mewabah adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri yang berlebihan sehingga mengabaikan kepentingan orang / pihaklain. Budaya I dont care mewabah dimana-mana, kebiasaan EGP (Emangnya Gue Pikirin) menambah semrawutnya tatanan sosial budaya, kalimat cuek-bebek dengan enteng kita ulangi setiap hari, dst.

EMPAT POSISI KEPEDULIAN

Kepedulian selalu berhubungan dengan kehidupan atau perilaku antar pribadi. Bagaimana kita dengan diri kita sendiri, bagaimana kita dengan yang lain atau bagaimana orang lain kepada kita. Ketidak pedulian seseorang pada orang lain itu ada dua macam. Pertama, tidak peduli sebatas tidak menolong orang lain, tidak mengganggu orang lain dan tidak mau diganggu oleh orang lain. Kedua, tidak peduli pada tataran mengganggu, merusak dan mengambil hak orang lain. Ada empat kombinasi peta kepedulian kita, nah kita ada diposisi yang mana silahkan dicermati uraian singkat dibawah ini.

TIDAK PEDULI PADA DIRI SENDIRI DAN TIDAK PEDULI PADA ORANG LAIN

Pada zona atau posisi di level ini, seseorang bisa dikatakan sedang sakit. Ia tidak bermanfaat untuk siapapun. Ia tidak bisa amanah pada siapapun. Orang seperti ini akan mudah merusak dan mengusik keberadaan siapapun. Saya rugi tidak apa-apa asal orang lain juga turut rugi. Saya mati tidak apa-apa asal semuanya mati, sama-sama mati. Biasanya masyarakat awam menyebutnya orang yang frustasi. Ada beberapa indikator yang bisa dijadikan ukuran untuk melihat orang pada level ini. Pertama, lihatlah penampilan fisiknya. Cara berpakaiannya, apa yang digunakannya. Kedua, perhatikan gaya bahasanya, isi bicaranya, keramahannya. Ketiga, perhatikan perilakunya, sopan santunnya, visinya dan responnya atas setiap stimulus yang ia temukan atau hadapi. Orang yang anarkis bisa dimasukkan ke dalam kelompok level ini.

PEDULI PADA DIRI SENDIRI DAN TIDAK PEDULI PADA ORANG LAIN

Koruptor, menyontek, menyuap, merampok, membunuh, mencuri adalah perilaku yang bisa digolongkan pada level ini. Asik dengan kehidupannya sendiri sekaligus mengabaikan pihak lain juga termasuk pada kelompok level ini. Orang yang mengerti akan kebutuhan hidupnya dan potensi dirinya dimana sebagian besar lingkungannya mengolok-olok dirinya tetapi dia tetap bertahan, juga masuk pada level ini, itulah yang biasanya disebut dengan istilah cuek is the best, cuek pada orang lain tetapi berprestasi, sehingga tidak terlalu bergantung kepada pihak lain.

TIDAK PEDULI PADA DIRI SENDIRI DAN PEDULI PADA ORANG LAIN

Orang yang masuk dalam kelompok ini tidaklah banyak jumlahnya. Ia rela berkorban untuk orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri. Hidupnya seperti lilin yang menyinari lingkungannya dan pada akhirnya dirinya sendiri akan lenyap. Perilaku yang seperti ini biasanya disebut altruis.  

  PEDULI PADA DIRI SENDIRI DAN PEDULI PADA ORANG LAIN

Inilah kondisi ideal yang sangat diharapkan, dimana kita peduli pada diri sendiri tetapi sekaligus juga peduli pada orang lain. Ada beberapa model seseorang peduli pada dirinya sendiri, mulai dari merancang masa depannya, mengetahui kebutuhannya, membuat skala prioritas keinginannya, membuat visi dan misi pribadinya, mewujudkan cita-citanya, dst. Sedangkan kepedulian dengan orang lain bisa berupa serendah-rendahnya adalah rasa empati, perilaku simpatik, berupa senyuman, keramahan, sampai kepada memberikan bantuan, pertolongan, sumbangan, sedekah, dst. Kesemuanya itu merupakan puncak perilaku positif yang sangat mewarnai eksistensi seseorang. Betapa bahagianya bisa menjadi pribadi yang masuk dalam kelompok / level ini. Apabila kita masih ragu membuat peta potensi diri kita, maka kita bisa melihat cermin diri melalui psikotest atau tes kepribadian atau tes bakat finggerprint test DMI. Dengan tes tersebut kita bisa memiliki keyakinan baru dalam merancang masa depan kita. Sukses harus dipersiapkan dan diperjuangkan. Kenal bakat sejak dini lebih mudah meraih prestasi. Bakat atau potensi yang kita kenali tidak akan berarti bila tidak dikembangkan atau tidak diberi stimulasi yang memadai. Sebaliknya stimulasi apapun yang kita berikan tidak akan membuahkan hasil yang optimal bila tidak selaras dengan potensinya atau bakat alaminya. Bila bakat itu tidak penting mengapa Tuhan menciptakannya untuk kita. Mari sebelum kita bisa peduli kepada orang lain maka kita sendiri juga harus mampu peduli kepada diri sendiri. Sebelum mampu memberdayakan orang lain maka kita sendiri harus mampu memberdayakan diri kita sendiri. Sebagaimana peringatan dalam suatu penerbangan dalam pesawat bahwa dalam kondisi darurat maka masker oksigen harus dikenakan kepada orangtua terlebih dahulu baru kemudian kepada anak balitanya. Semoga kita peduli dan mampu mengukir prestasi.

Komentar terkini (0 komentar)

Baca Komentar        Kirim Komentar


Pencarian Artikel    
Kata Kunci





Online Support

Tech.Psikologi Lab

Teknis Fingerprint


Kantor Pusat DMIPrimagama
Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Mobile : 085-328-012345
PIN BB : 7DF691B3
Email: eko@dmiprimagama.com

Home | Profil | Berita | Produk | Artikel | Galeri Photo | Member | Kontak DMI PRIMAGAMA 2012, All right reserved