Lupa Password? | Pendaftaran
Event's Info

1 Mei 2013
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB), DMI INDONESIA
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB) DMI PRIMAGAMA INDONESIA 2011 DIPERSEMBAHKAN BAGI INDONESIA Banyak hal yang bisa dilakukan untuk turut serta membangun ... detail

BERITA

Kamis, 1 November 2012, 11:58 WIB
Multiple Intelligence – Howard Gardner

Howard Gardner adalah seorang Guru Besar yang menggagas tentang teori Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk). Teori tersebut mencoba memperbaiki pandangan umum di dunia psikologi dan dunia pendidikan yang mengatakan bahwa semua anak adalah sama, sehingga semua anak harus dididik dengan cara yang sama, mata pelajaran yang sama dan harus memiliki cita-cita yang sama. Semua serba seragam itulah nuansa pembelajaran Mono Intelligence. Sebaliknya Howard Gardner melihat bahwa setiap anak adalah unik, karena uniknya itulah maka setiap anak (setiap orang) itu berbeda, karena berbeda itulah maka sebaiknya pendidikan dan pelatihan yang (efektif) diberikan pun harus berbeda-beda pula. Dengan demikian bidang keahlian dan bidang ketrampilannya pun berbeda-beda dan itu adalah fakta. Howard Gardner berpendapat bahwa setiap anak adalah cerdas pada bidangnya masing-masing, dan tidak ada anak yang cerdas pada semua bidang.
Ada delapan kecerdasan yang dimaksudkan oleh Howard Gardner :
  1. Kecerdasan Bahasa (word smart)
  2. Kecerdasan Logika matematika (logic smart)
  3. Kecerdasan Intrapersonal (self smart)
  4. Kecerdasan Interpersonal (people smart)
  5. Kecerdasan Visual spasial (picture smart)
  6. Kecerdasan Gerak badan (body smart)
  7. Kecerdasan Musik (music smart)
  8. Kecerdasan Naturalis (nature smart)
  9. (Kecerdasan Eksistensial)
Semua orang memiliki kedelapan kecerdasan tersebut, hanya yang menonjollah yang berbeda-beda, itulah mengapa tidak semua orang suka matematika, tidak semua orang pandai matematika. Tidak semua orang suka dan bisa bermain musik, dst. Tetapi dalam waktu yang bersamaan tidak suka dibidang tertentu pasti suka pada bidang lainnya.
Nah pertanyaannya bagaimana cara kita mengetahui kesukaan atau potensi diri kita yang paling menonjol ?
Ada tiga cara ilmu pengetahuan untuk mengenali potensi diri setiap orang :
  1. Cara Eksplorasi : Semua bidang diuji-cobakan terlebih dahulu. Semua harus dialaminya sehingga membutuhkan waktu, biaya dan tenaga ynag tidaklah sedikit, dan sangat lama. Trial and error.
  2. Cara Observasi : Menggunakan observasi ilmiah versi ilmu psikologi dengan alat psikotest yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah ditentukan oleh disiplin ilmu psikologi itu sendiri. Kemudian di beri skoring tertentu pula menggunakan teknik psikometri tertentu. Hasil tes nya bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi psikologis orang yang dites pada saat dites.
  3. Cara Deteksi : Menggunakan tes teknologi terkini melalui media sidik jari. Sidik jari setiap orang berbeda dan unik tidak ada yang sama. Paradigma tersebut sama dengan cara pandang Howard Gardner melihat potensi seseorang “serba berbeda’” (multiple intelligence).
Pertanyaan mendasar :
  1. Apakah anda akan memilih model pembelajaran (dalam hal mendidik dan melatih seseorang) yang Mono Inteligence atau yang Multiple Intelligence ? Apa alasannya ? Ini sangat penting, karena sangat mennetukan model yang mana yang akan kita berikan pada anak dan cucu (pasca generasi) kita kelak.
  2. Setelah kita memilihnya, maka bagaimana langkah selanjutnya untuk mengetahui potensi sejati / alami dari masing-masing anak-anak kita ? Karena mengerti teori Mono Intelligence atau Multiple Intelligence saja tidaklah cukup jika tidak diikuti praktek (langkah) yang mendarat / aplikatif.  itulah pentingnya kita para orangtua dan para pendidik untuk mengetahui bakat para siswanya / putra-putrinya.
Silahkan anda memilih :
  1. Paradigma pembelajaran / kecerdasan yang mana ? Apakah Mono Intelligence atau Multiple Intelligence ?
  2. Cara kenal bakat dengan metoda yanga mana ?  Apakah Eksplorasi, Observasi atau Deteksi ?
Setiap orang punya alasan dan keyakinan yang berbeda-beda, dan kita bebas untuk memilihnya dengan penuh rasa tanggungjawab bahwa setiap orangtua dan para pendidik harus bisa memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Pertimbangkanlah dengan cara cerdas yang arif dan bijaksana, jika salah dalam memilih maka berakibat pada rendahnya kualitas generasi anak bangsa yang akan datang.
 

Komentar terkini (0 komentar)

Baca Komentar        Kirim Komentar


Pencarian Berita    
Kata Kunci




Online Support

Tech.Psikologi Lab

Teknis Fingerprint


Kantor Pusat DMIPrimagama
Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Email: info@dmiprimagama.com
Home | Profil | Berita | Produk | Artikel | Galeri Photo | Member | Kontak DMI PRIMAGAMA 2010, All right reserved