Lupa Password? | Pendaftaran
Event's Info

1 Mei 2013
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB), DMI INDONESIA
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB) DMI PRIMAGAMA INDONESIA 2011 DIPERSEMBAHKAN BAGI INDONESIA Banyak hal yang bisa dilakukan untuk turut serta membangun ... detail

BERITA

Selasa, 20 Agustus 2013, 09:47 WIB
Multiple Intelligence: Jika Semua Orang Harus Sama, maka Tidak Perlu Ada Fakultas yang Berbeda

Individual differences :

Ada banyak cara seseorang dalam menggambarkan suatu keberagaman diantara sesama. Ada yang menggunakan warna pelangi, bhineka tunggal ika, bersuku-suku, berbangsa-bangsa, lain lubuk lain ikannya lain ladang lain belalang, ukur baju badan sendiri, dst. Manusia memang berbeda-beda, termasuk perbedaan potensinya (bakat dan minatnya), perbedaan cara hidup dan perilakunya (budayanya), perbedaan bidang kerja dan pengabdiannya (profesinya), perbedaan cara pandang dan cara berpikirnya (kecerdasannya), perbedaan warna kulit dan bentuk tubuhnya (fisiknya) dll.

The right man on the right place :

Karena setiap orang memiliki potensi, visi, misi dan kompetensi yang berbeda-beda, maka dalam mengambil peran hidup atau memilih jenis aktifitasnya haruslah memiliki keselarasan antara potensi, visi, misi dan kompetensinya. Jika diantara empat variable tersebut sudah selaras, maka akan fokus, efektif dan efisien dalam menjalankan peran hidup pada bidangnya. Tempatkan orang yang benar pada tempatnya yang benar.

Manusia bertopeng :

Karena setiap orang berbeda, maka jangan mau menjadi pribadi yang bukan sebagai dirinya sendiri. Jadilah dirimu sendiri. Hiduplah dengan wajah kita sendiri, jangan menggunakan topeng orang lain. Jangan ikut-ikutan semata. Jangan mau diombang-ambingkan oleh pihak luar (keadaan diluar). Ibarat suatu kendaraan (mobil) bisa berjalan karena ada roda dan bodynya, ada setir dan sopirnya, ada mesin dan bahan bakarnya. Keberbedaan jenis dan potensi membawa kinerja yang sinergis pada manfaat baru yang luar biasa besarnya.

Memilih jurusan / fakultas :

Adanya beda potensi (bakat dan minat) itu menuntut adanya variasi ilmu yang berbeda pula. Bisa beda fakultasnya, beda jurusannya, dan beda konsentrasinya, dst. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah pada metoda apa yang harus digunakan dalam menentukan suatu fakultas yang akan kita pilih. Ada enam factor yang bisa dipertimbangkan dalam mencapai prestasi akademik yang gemilang yaitu : (1) konsep belajar (2) subyek belajar (3) metoda belajar (4) pendampingan belajar (5) tempat belajar (6) evaluasi / hasil belajar. Konsep belajar bisa dikemas dalam bentuk kurikulum atau rencana pembelajaran yang tepat sasaran. Subyek belajar berupa siswa harus dikenali / dipetakan bakat dan minatnya. Jangan sampai terjadi tempat belajar menjadi lebih penting dari pada subyek belajar. Subyek belajar adalah hal utama, sedangkan tempat belajar sebagai peran (fasilitas) pendukung saja, namun esemuanya itu merupakan enam factor kunci yang harus dipahami.

Added value :

Setidaknya ada dua nilai tambah jika kita mengimplementasikan teori Multiple Intelligence.Pertama, menjadi diri sendiri, maka kita akan menjadi unik. Dengan keunikan kita punya keunggulan yang berbeda yang tidak dimiliki oleh yang lainnya. Kedua, memiliki kompetensi ilmu yang sangat mendasar dan mendalam karena ada kesesuaian antara bakat dan minatnya, antara potensi dan stimulasinya (jurusannya/ fakultasnya), antara potensi dengan aktivasinya (jenis kegiatannya), sehingga pelajaran akan lebih cepat dikuasai. Dengan niat dan bakat maka belajar akan menjadi lebih cermat, prestasi akan semakin hebat, menjadi pribadi yang kuat serta menjadi tokoh yang lebih bermanfaat dunia dan akhirat.

Relevansi :

Upayakan proses pendidikan yang kita tempuh (anak-anak tempuh) memiliki relevansi antara potensi dengan stimulasinya (aktivasinya). Dan antara kompetensi dengan peluang bidang kerjanya. Semua proses (dalam belajar atau bekerja) yang telah kita lakukan tidak akan bermanfaat secara optimal jika tidak memiliki relevansinya. Berawal dari niat dan tes bakat yang akurat maka masa depan seseorang bisa direncanakan secara matang.

Orangtua yang arif dan bijaksana adalah orangtua yang mau mengerti dan memahami potensi unggul putra-putrinya. Dan orangtua yang bertanggungjawab adalah orangtua yang bersedia memberikan fasilitas yang efektif dan memadai guna mengembangkan potensi diri untuk meraih prestasi.

Mohon maaf jika tidak berkenan, semoga bermanfaat dan salam sukses selalu. Terimakasih.

Yogyakarta, Senin,19 Agustus 2013

 

Komentar terkini (0 komentar)

Baca Komentar        Kirim Komentar


Pencarian Berita    
Kata Kunci




Online Support

Tech.Psikologi Lab

Teknis Fingerprint


Kantor Pusat DMIPrimagama
Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Email: info@dmiprimagama.com
Home | Profil | Berita | Produk | Artikel | Galeri Photo | Member | Kontak DMI PRIMAGAMA 2010, All right reserved