Lupa Password? | Pendaftaran
Event's Info

1 Mei 2013
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB), DMI INDONESIA
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB) DMI PRIMAGAMA INDONESIA 2011 DIPERSEMBAHKAN BAGI INDONESIA Banyak hal yang bisa dilakukan untuk turut serta membangun ... detail

BERITA

Rabu, 25 Februari 2015, 11:15 WIB
TEMPER TANTRUM PADA ANAK BALITA

Temper Tantrum atau luapan emosi anak yang meledak-ledak, kerap terjadi pada beberapa anak di usia balita. Saat hal itu terjadi si anak bisa menangis, mengamuk, sambil menjerit, memukul, menendang melemparkan barang hingga membenturkan badan atau kepalanya ke lantai/dinding . Dengan frekwensi yang semakin keras & tak terkontrol.

Pada dasarnya perilaku tersebut tergolong normal dan merupakan bagian dari proses perkembangan yang pasti akan berakhir. Namun perlu tindakan tepat untuk menghadapi perilaku tersebut agar anak bisa belajar untuk mengelola emosinya secara benar:

  1. TETAPLAH BERSIKAP TENANG. Jaga emosi Anda jangan memukul dan marah pada anak.
  2. Selama Tantrum berlangsung Anda cukup MEMBIARKANNYA SAMBIL MENGAWASI agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan dirinya ataupun orang lain. Bujukan, rayuan atau nasihat yang diberikan kepada anak yang sedang tantrum tidak akan ada gunanya.
  3. Jika Anda ingin mengatakan sesuatu Anda bisa mengatakan “ IBU/BAPAK SAYANG KAMU “ . SAYANG…IBU ADA DISINI SAMPAI KAMU SELESAI MARAH“, . Dengan begitu anak tetap merasa aman dan tahu bahwa orangtuanya ada & tidak menolaknya.
  4. Jika amukan tantrum sudah mereda, PELUK DAN SEGERA BAWA KE TEMPAT YANG TENANG. Kemudian ajak ia bicara dengan suara yang rendah dan lembut sambil mengusap kepalanya. Hindari kata-kata mengancam dan memarahinya.
  5. Berikan KALIMAT-KALIMAT POSITIF dan katakan dengan lemah lembut bahwa Anda tidak suka dengan cara dia marah. Dan mintalah ia berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Berikan reward/hadiah bila dia menepati janjinya tsb.

PERILAKU TEMPER TANTRUM BIASANYA TERJADI PADA ANAK YANG :

  1. Cenderung sering dimanjakan
  2. Orang tua selalu menuruti segala keinginan anak
  3. Pola makan tidak teratur
  4. Pola istirahat / tidur siang yang tidak teratur
  5. Displin yang cenderung sangat longgar
  6. Pola BAB tidak teratur
  7. Anak yang sulit diarahkan.
  8. Waktu bermainnya sangat banyak.
  9. Tidak banyak teman bermain
  10. Cenderung bandel dan suka ngeyel.
Perilaku tantrum pada anak tidak akan berlanjut sampai remaja. Begitu memasuki usia sekolah perilaku tantrum akan cenderung berkurang. Seiring bertambahnya umur anak semakin matang & berkembang, lambat laun akan menyadari dan malu terhadap lingkungan bila ia bersikap seperti itu. Kontrol orang tua dan pola asuh yang konsisten hendaknya terus diberikan sehingga anak tahu bahwa perilaku tersebut sudah tidak pantas lagi dilakukan.
 
sumber : http://psikologyogyakarta.com/?p=75

Komentar terkini (0 komentar)

Baca Komentar        Kirim Komentar


Pencarian Berita    
Kata Kunci




Online Support

Tech.Psikologi Lab

Teknis Fingerprint


Kantor Pusat DMIPrimagama
Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Email: info@dmiprimagama.com
Home | Profil | Berita | Produk | Artikel | Galeri Photo | Member | Kontak DMI PRIMAGAMA © 2010, All right reserved