Lupa Password? | Pendaftaran
 
Event's Info

1 Mei 2013
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB), DMI INDONESIA
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB) DMI PRIMAGAMA INDONESIA 2011 DIPERSEMBAHKAN BAGI INDONESIA Banyak hal yang bisa dilakukan untuk turut serta membangun ... detail

BERITA

Selasa, 25 Juli 2017, 03:29 WIB
Renungan Menyongsong Tahun Pelajaran Baru

Di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para binatang.
Statusnya “disamakan” dengan sekolah manusia.
Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.
 
Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tersebut:
a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam
Banyak siswa yang bersekolah di “animals schooling”, ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak.
 
Terlihat di awal masuk sekolah, masing masing siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.
Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yang berada di atas kemampuan binatang lain.
 
Demikian juga katak, sangat mahir pada pelajaran menyelam.
Namun, beberapa waktu kemudian karena “animals schooling” mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel.
 
Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.
Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi karena belajar terbang.
 
Bebek seringkali ditertawakan meski sudah bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.
 
Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik.
Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.
 
Kini, lama kelamaan.
Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat.
Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan anak-anak kita.

Orangtua berharap anaknya serba bisa.
Sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5.
Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E dan sebagainya dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan tidak fokus pada potensi anaknya masing masing.
 
Mari kita syukuri karunia luar biasa yang sudah Allah amanahkan kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang sehat dan lucu.
Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing masing.
Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak.
 
Sehingga masing masing memiliki kelebihannya sendiri sendiri.
Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang.
 
Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.
Karena sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas (di kelebihannya masing-masing), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar di antara kegelapan Malam.
Inilah saatnya kita bergandeng tangan menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin dengan Tes Bakat yang menurut anda dapat dipercaya.
 
Selamat berjuang Bapak Ibu Guru, Ayah dan Bunda. Semoga Allah mudahkan segala urusan kita mengiringi kesuksesan peserta didik serta ananda kelak di dunia dan di akhirat. Aamiin
 

Komentar terkini (0 komentar)

Baca Komentar        Kirim Komentar


Pencarian Berita    
Kata Kunci





Online Support

Tech.Psikologi Lab

Teknis Fingerprint


Kantor Pusat DMIPrimagama
Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Mobile : 085-328-012345
PIN BB : 7DF691B3
Email: eko@dmiprimagama.com

Home | Profil | Berita | Produk | Artikel | Galeri Photo | Member | Kontak DMI PRIMAGAMA 2012, All right reserved