Lupa Password? | Pendaftaran
 
Event's Info

1 Mei 2013
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB), DMI INDONESIA
KERJASAMA USAHA BERJANGKA (KUB) DMI PRIMAGAMA INDONESIA 2011 DIPERSEMBAHKAN BAGI INDONESIA Banyak hal yang bisa dilakukan untuk turut serta membangun ... detail

BERITA

Selasa, 25 Juli 2017, 03:34 WIB
ILUSTRASI KECERDASAN MAJEMUK

Dikembangkan oleh Prof. Howard Gardner, Ph. D.

Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa ditepi pantai, lalu
sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya.

Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam “jatuhnya
buah kelapa” ditepi pantai itu.

Anak ke 1: Dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat
bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan
rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian
pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh
lengkap dengan persamaan matematis dan fisika.

Lalu psycholog tanya ke siswa sy? Apakah anak ini cerdas?… dijawab
serentak sekelas … iya … dia anak yang cerdas sekali. Lalu sy
lanjutkan cerita …

Anak ke 2: Dengan gesit anak ke dua ini datang memungut kelapa yang
jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan kepedagang dan
dia bersorak … yesss … laku Rp 8.000.

Kembali saya bertanya ke anak-anak dikelas … apakah anak ini cerdas?…
anak-anak menjawab iyaa … dia anak yang cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita


Anak ke 3: Dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa
keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? Ini
kelapanya jatuh mau saya kembalikan kepada yang punya pohon.

Saya bertanya kepada anak-anak… apakah anak ini cerdas?… anak-anak mantap
menjawab … iya … dia anak yang cerdas.
Sayapun melanjutkan cerita ke empat …

Anak ke 4: Dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia
melihat ada seorang kakek yang tengah kepanasan dan berteduh dipinggir
jalan. “Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh
meminum dan memakan buah kelapanya”.

Lalu saya bertanya … apakah anak ini, anak yang cerdas? anak-anak menjawab,
yaa … dia anak yang cerdas.

Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukan anak yang cerdas.

Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki “Kecerdasan-unik-nya”.
Dan mereka ingin dihargai “Kecerdasan-unik-nya” tersebut. …
Namun … yang sering terjadi … kita para orang tua dan pendidik,
menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni ? “Kecerdasan Anak
Pertama, Kecerdasan Akademik”, Lebih parahnya, kecerdasan yang
dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari
nilai saat mengerjakan UNAS.

Sedang … “Kecerdasan Finansial” (anak no 2), “Kecerdasan Karakter”
(anak no 3) dan “Kecerdasan Sosial” (anak no 4). Belum ada ruang yang
diberikan Negara untuk mengakui kecerdasan mereka; mereka adalah anak kandung
negara yang belum diberi ruang untuk diakui.

Saya jadi ingat, cerita ini, dulu sering kami jadikan olok-olokan saat
SMA, antara anak IPA dan anak IPS, siapa yg sebenarnya cerdas?

Bapak Ibu … anak Bapak Ibu semuanya adalah anak-anak yang cerdas dengan
“Keunikan Kecerdasan-nya” masing-masing … hargai dan jangan samakan dengan orang
lain atau bahkan dengan diri anda sendiri.

Mari hargai kecerdasan (bakat) anak kita masing-masing, dan siapkan mereka untuk zaman
dimana mereka akan hidup kelak.

Strategi bisa dipelajari, sedangkan bakat tidak bisa diduplikasi.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI


Komentar terkini (0 komentar)

Baca Komentar        Kirim Komentar


Pencarian Berita    
Kata Kunci





Online Support

Tech.Psikologi Lab

Teknis Fingerprint


Kantor Pusat DMIPrimagama
Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Mobile : 085-328-012345
PIN BB : 7DF691B3
Email: eko@dmiprimagama.com

Home | Profil | Berita | Produk | Artikel | Galeri Photo | Member | Kontak DMI PRIMAGAMA 2012, All right reserved